Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Wednesday, 25 March 2015

puisi


Perasaan Apa

 
dingin malam ini bersama ku merayu kantuk
rindu yang tersisa pergi bersama rinai hujan tadi sore
hitam di luar jendela mengejekku dengan angkuhnya
tak seperti biasanya bintang dan bulan tak mau lagi bercengkerama
di tempat asing seperti ini malam tak bersahabat
sepi sunyi semakin larut dalam diam malam
aku ingin bercerita kepada mu malam
hati ini kembali goyah
perasaan seperti apakah ini
jahatkah aku
jika bahagia saat dia berpisah dengan kekasih hati
mungkinkah aku masih mengharap
perasaan seperi apakah ini
mungkinkah ingin kembali setelah dilukai
perasaan seperti apakah ini
ragu akan diri ku sendiri
ah sudahlah malam
seharusnya tak perlu ku risaukan
hati ini memang tak sekuat baja
tapi seharusnya sehalus kapas
yang mampu membalut luka
malam hanya akan berlalu
mengabaikan ku
aku sendiri saja tak memahami diri ini
apalagi malam dan yang lainnya

Thursday, 18 December 2014

Puisi

A B C D


A B C D
Saat aku mulai mengenalnya
Terus ku pandangi
Tatap Tanpa makna
A B C D

A B C D
Mulai aku mengeja
Baca
A B C D

A B C D
kini ku coba goreskan pena
Menulis
A B C D

A B C D
Mozaik yang ku rangkai
Dalam bait puisi ku
A B C D

A B C D
Kata tanpa makna
Dalam ucapku
Dalam tulisku
A B C D

A B C D
Baca
Tulis
Mozaik kata tanpa makna
A B C D

Puisi





Malam Temaram


Bias aura dalam gugus bintangku
Menapak indahnya bulan di malam temaram
Saat langit terhampar
Saat bulan terdampar
Cahaya kilau terbinar


Dan hingga aku tersadar
Tidak hanya ada malam ini
esok hari kan jelang
Berganti sang mentari yang menemani
Tatap birunya langit
Ku lirihkan kata
Tuhan bahagiakan aku dan semua

Wednesday, 17 December 2014

puisi



Senja ...
Akan ku ceritakan hidupku
Dulu dan sekarang menjadi tua
Tak akan bisa ku kembalikkan saat itu
Waktu telah merenggut sejarah
Ketika malam menyambut cahaya semu
Tau kah kamu
Aku menatap gelapnya diri ini
Berharap esok kan dismbut senyum pelangi
Namun aku harus menerima
harus ada hujan sebelumnya
jalan ini seakan menginginkanku untuk jatuh
begitu banyak batu duri dan lubang
namun Kau selalu ada
untuk mengarahkan jalan ku
walau kadang aku mengabaikan
kau tetap meraihku
walau kadang aku menghindar
pagi ....
saat mentari menyambut mu
aku merasakannya
dan saat awan-awan itu menjauhkan mu dari hari itu
kau tetap memaafkan
bersikeras tetap hadir
terima kasih untuk cerita yang tak dapat ku lukiskan

Tuesday, 16 December 2014

PUISI



Seberapa keras aku mencoba

Menghapus jejak yang kau tinggalkan

Menjadi lemah dan menyanyat luka

Bagaimana bisa bertahan

Pada rasa yang kau coba ciptakan

Yang pada akhirnya kau siakan

Entah tanya yang membisukan

Bertahan padanya berapa lama

Sekali lagi tanya yang membisukan

Bertahan padanya untuk apa lagi

Ini bukan soal kau berpaling

Ini juga bukan soal kepada siapa dia

Walau sekeras baja kau mengelakkan

Itu yang kau lakukan

Pada awalnya sudah ku tawarkan

Jangan buat perpisahan yang pilu

Lagi menyakitkan

Tapi sudahlah itu yang kau pilih

Memilikimu satu detik yang berubah menjadi tahun

Sudah terjadi

Dan setiap yang pernah dimiliki akan hilang

Dan Setiap yang datang akan pergi

Dan setiap pertemuan akan ada perpisahan

Begitu juga aku dan kamu

Kau pergi tanpa kata selamat tinggal

Tapi akan ku katakan ini

Isi hati ku padamu

Aku tak pernah benar-benar memiliki rasa itu

Tak sekalipun aku cinta padamu

Walau aku kehilangan

Itu karena kau banyak membuatku punya banyak rasa

yang sebelumnya tak ku punya